Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan, perpisahan dan rasa di hati

"Saying goodbye is never an easy thing but you never said, you'd stay forever" - Taylor Dane Takkan ada pertemuan tanpa perpisahan, takkan ada perpisahan jika tak ada pertemuan. Saat terberat harus berpisah dengan orang yang sudah kita kasihi dan cintai dengan segenap hati. Seakan seperti kosong, hampa dan mendadak sunyi...sepi. Tak selalu cinta, tak selalu romansa. Berpisah dengan keluarga, sahabat bahkan bisa terasa lebih berat. Mereka yang selama ini telah mengisi hari-hari kita dengan senyum dan air mata, mereka yang selama ini selalu ada untuk kita dan kita juga berusaha selalu ada untuk mereka. Yang tertinggal rasa kehilangan Yang tertinggal kenangan bersama Yang tertinggal sepenggal rasa rindu...entah kapan bisa bertemu Terbalut waktu, terbungkus masa. Tak ada yang abadi, bahkan cinta yang begitu agung pun bisa berpaling. Takkan bisa perpisahan terhindari, begitupun sakit yang mengiringi rasa di hati. Dan pertanyaan "bagaimana jika..." akan ...

End of journey : Almost heaven...Forever red!

Seperti yang dikatakan oleh Anthony Burgess "Five days shalt thou labour, as the Bible says. The seventh day is the Lord thy God's. The sixth day is for football", itu adalah gambaran betapa pentingnya sepakbola dalam aspek kehidupan umat manusia. Terbayangkah bagaimana bisa sebuah bola yang diperebutkan oleh 22 pemain selalu dapat menarik perhatian dan mampu menyedot semua perasaan? Dan perasaan kita dibawa terbang atau sakit terhujam ke dasar saat tim kita menang atau kalah. Ya, itu yang saya dan pendukung United rasakan semalam saat United menang melawan Sunderland namun harus mengakui City yang berhasil menjuarai Liga Inggris. Walaupun sedari awal tidak mengharapkan namun asa itu terjalin begitu kuat ketika QPR berhasil menyamakan kedudukan bahkan unggul 2-1 atas City. Dalam hitungan menit asa tercipta, dalam hitungan menit pula asa itu terenggut. Dua gol dalam kurun waktu tiga menit membuat Citizen berpesta dan "membirui" kota Manchester. Seakan terhe...

Through bad and good times...UNITED!

Season has come to an end, ya pertandingan terakhir penentuan United akan melawan tuan rumah Sunderland dan City di Etihad akan menghadapi QPR yang berjuang menghindari degradasi. Juara atau tidak juara,apakah masih ada kesempatan untuk United? tidak ada hal yang pasti dalam sepakbola, semuanya bisa terjadi. Namun fans United juga menyadari kans United lebih kecil dibandingkan City. Tapi sekali lagi, keindahan sepakbola adalah sampai peluit terakhir ditiup, takkan ada yang bisa mengklaim. United tetap akan jadi United, klub yang penuh dengan sejarah dan pemegang gelar juara Liga Inggris terbanyak dengan segala rekor yang telah ditorehkan. United tetap akan selalu di hati penggemarnya apakah juara atau tidak, menang atau kalah. Itulah keindahan rasa memiliki yang selama ini tertanam di hati pendukung United. We are all together through bad and good times, just like our club...UNITED. Apapun hasilnya, fans United tetap akan bangga dengan pencapaian season yang luar biasa ini. Denga...

Juara : Sebuah kekuatan mental

Lebih memilih United meraih gelar di Etihad atau Etihad menjadi saksi dan membentuk Guard of Honour untuk menghormati sang juara? Pertanyaan itu sekarang banyak sekali ditanyakan. Seberapa besar rivalitas United dengan City, mungkin hanya Tuhan yang tahu begitu dalam kebencian yang tersimpan di antara keduanya sejak dahulu bagi sebagian besar fans. Dari yel-yel,banner hingga poster berukuran besar hanya sebagian kecil dari permusuhan yang sudah mengakar. Sebagian fans, karena tidak semua fans mengerti rivalitas United dengan City. Bahkan kalimat "Manchester is Red" terdengar menggelitik karena yang kita tahu sebagian besar orang di kota Manchester adalah pendukung City walaupun 34 tahun tanpa gelar dan hati mereka tetap setia mendukung City. Namun bagi sebagian orang, rivalitas ini baru terasa setelah City mulai bangkit setelah disokong oleh Syeikh Mansour dan kekuatan finansialnya. Dan season ini tibalah pembuktian dari kekuatan finansial jazirah Arab. Calon kuat juar...

Selamat jalan Whitney...

Begitu banyak talenta wanita bersuara luar biasa di dunia ini. Sebut saja Barbra Streisand, Aretha Franklin, Dionne Warwick, Diana Ross, Celine Dion, Mariah Carey dan banyak lainnya, namun ada satu nama yang akan selalu membuat dunia mencintainya apapun yang terjadi. 1988, seorang anak terkesima mendengarkan sebuah lagu yang mampu membuatnya menangis di usianya yang ke-9. Anak itu mendengarkan sebuah lagu yang menjadi theme song olimpiade di seoul tahun itu. Dan sejak saat itu si anak kecil ini membayangkan dapat memainkan lagu ini pada sebuah piano. Hingga tiba di suatu siang, mengendap-endap di ruang keluarga dan memastikan pintu tertutup tak ada orang, si anak kecil tersebut mengambil kardus furniture kosong berbentuk persegi panjang dan membayangkannya menjadi sebuah piano dan memainkan kardus tersebut seakan kardus itu piano sambil menyanyikan lagu theme song olimpiade tersebut. Dia tak sadar ada pamannya yang tak sengaja melewati ruang keluarga dan melihat keponakannya. Dan ...

Another time, another year passing by

Sebentar lagi tahun 2011 akan berganti dan semakin banyak kenangan yang akan terekam di hati. It's been a great year, despite all the hectics and troubles but i got a lot of surpises that made this year wonderful. Dan hanya bisa berharap tahun 2012 akan menjadi tahun yang indah yang penuh kenangan indah juga.

Mengejar David Becham (Part.2-End)

Setelah selesai conference dan bertemu bang Hasani Abdulgani langsung saya, Omaay dan Alsep menyusul Louis dan Lenny yang sudah menunggu di coffee shop. Dan akhirnya setelah berbincang,Omaay memutuskan kembali dan tak lama Alsep juga kembali(setelah berfoto dengan Syahrini hahaha). Kami kemudian pun pindah ke cafe di sana yang kami pikir akan didatangi untuk makan malam oleh Becks. Dan saya, berbekal uang pas-pasan dan belum makan siang hingga malam memutuskan untuk kembali memesan teh (kali ini jasmine, saya lupa yang saya pesan di coffeshop)tapi thank God kali ini ada biskuitnya hehehee...dan ketika saya ke toilet bersama Lenny dan kembali ke cafe, ternyata para Louis dan Fleming serta temannya mendapatkan foto bersama Robbie Keane dan ada Becks yang bersembunyi dan lari. Malam berlalu tanpa hasil dan hanya sempat berbincang dengan bodyguad Becks dan mereka hanya "lip service" menjanjkan bisa berfoto. Akhirnya kami pada kurang lebih jam 23.30 dan mendapatkan kabar Davi...