Bachdim dan Kim yang bermain untuk klub LPI ternyata tidak masuk dalam skuad U-23 yang diumumkan oleh pelatih Alfred Riedl. Akankah bakat mereka hanya akan sia-sia? Mereka kembali ke Indonesia karena ingin membela panji Garuda, tapi ternyata harus menghadapi kembali birokrasi rumit pemerintah dan pantaskah mereka mendapat perlakuan seperti itu? Bachdim yang pernah mengikuti tes di persib dan persija(dua-duanya klub ISL) dan tidak diterima dan akhirnya diterima oleh Persema yang pada akhirnya memilih mengikuti LPI. Keputusan mereka-kah yang sengaja memilih LPI? tentu saja tidak. Mereka tidak mengerti rumitnya PSSI dan segala tetek bengek korupsi dan kolusi di dalamnya. Mereka hanya ingin bermain di TimNas. Mereka ingin membela tanah tumpah darah yang mereka cintai. Sangat disayangkan, ternyata korupsi dan kolusi sepakbola di Indonesia sebegitu hebatnya hingga menghancurkan bibit dan talenta sepakbola kita. Sebegitu dahsyatnya hingga tak dipikirkan kemajuan sepakbola yang merupakan...