Langsung ke konten utama

Pertemuan, perpisahan dan rasa di hati

"Saying goodbye is never an easy thing but you never said, you'd stay forever" - Taylor Dane

Takkan ada pertemuan tanpa perpisahan, takkan ada perpisahan jika tak ada pertemuan. Saat terberat harus berpisah dengan orang yang sudah kita kasihi dan cintai dengan segenap hati. Seakan seperti kosong, hampa dan mendadak sunyi...sepi.

Tak selalu cinta, tak selalu romansa. Berpisah dengan keluarga, sahabat bahkan bisa terasa lebih berat. Mereka yang selama ini telah mengisi hari-hari kita dengan senyum dan air mata, mereka yang selama ini selalu ada untuk kita dan kita juga berusaha selalu ada untuk mereka.

Yang tertinggal rasa kehilangan
Yang tertinggal kenangan bersama
Yang tertinggal sepenggal rasa rindu...entah kapan bisa bertemu
Terbalut waktu, terbungkus masa.

Tak ada yang abadi, bahkan cinta yang begitu agung pun bisa berpaling.
Takkan bisa perpisahan terhindari, begitupun sakit yang mengiringi rasa di hati.
Dan pertanyaan "bagaimana jika..." akan mengendap terpeluk keabadian

Hanya kenangan dan sejumput senyum kerinduan yang akan memeluk jiwa pada akhirnya. Dan kenangan juga rindu juga yang akan bertahta di atas rasa, sesakit apapun itu yang kita rasakan.

Dan seperti lirik lagu Pertemuan karya Mus K. Wirya "Walau sejenak bertemu, hanya sekilas memandang cukup memberi kenangan indah dan kudus" , Ya, kenangan takkan terganti...akan selalu di hati.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada senyum yang tersisip...

Seharusnya pagi ini tadi para fans United bisa menyaksikan latihan tim tercinta yang sudah ditunggu-tunggu, tapi harapan tinggal harapan...impian indah itu terpaksa dikubur dalam dunia angan...semua impian indah itu berantakan...semua kerja keras itu sia-sia... Begitu mendengar berita di hardrock fm ada bom di ritz..langsung lemes...dan ternyata betul..teman-teman pengurus United Indonesia lgs menginformasi lewat sms dan telpon...MU terancam batal! Akhirnya United confirm batal hadir ke Jakarta... semua harapan langsung sirna... air mata tak tertahan... butuh waktu untuk mencerna (dan sampai saat ini) masih berat menerima kenyataan ini... 3000 tiket yang sudah diambil di tempat pak Agum Gumelar pun sia-sia... pengembalian tiket pun jadi berubah menjadi validasi data untuk refund dan semua kecewa. Tapi dibalik rasa kecewa itu, ada senyum yang menghias karena melihat bagaimana sesama fans united saling menguatkan satu sama lain, berbagi suka dan duka...menangis dan tertawa bersama...Bers...

Another draw result! can't you believe it?

Ow my dear God...it's torturing to see the result 2-0 and then it turns out to be a draw again...i just can't believe what i've seen! No..no way jose! it is just a dream and am gonna wake up *sigh* But as i said, when we support United we don't care win lose or draw we just support United but of course there will be a lil critism when they play badly. And this time everything looks like its gonna be ok when United leading 1-0, 2-0 but suddenly wesbrom has found their way to bounce back and with VDS blunder the score stay at 2-2. And the worse of it all is when the "so called" United fans suddenly burst out "Edwin made stupid mistake like Green" arghhh at that point my heart aching. WE, MAN UNITED SUPPORTER WILL ALWAYS SUPPORT UNITED WHATEVER THE RESULT! and for God's sake, VDS has always been and always will be our heroes despite the fact that he made blunder. One time and can erase all the saves he made for United? i don't think so....

Berkawan Sepi...

Dan secepat angin yang menghempaskan nafasku..aku membutuhkan ruang untuk melambatkan pandanganku yang kabur. saat kilatan cahaya yang ditimbulkan kereta itu bergerak pergi...secepat itu juga jiwaku terbawa bersamanya...aku kosong... Inikah hampa yang kurasakan? Inikah sepi yang menghampiriku? hey..sejak kapan kita menjadi kawan? aku tak ingat kapan kita berkenalan... Tidakkkk!!! Oh Tuhan, terdengarkah teriakku? sepertinya mereka semua tak mendengar aku hilang wujud samar dalam bentuk Dan awan yang kini menyelimuti bulan kekasihnya berpaling dariku membiarkan gelap menyelimutiku, membawaku terseret dan tersesat dalam kabut... Aku tak tahu bagaimana hampa...kini aku tahu Aku tak tahu apa itu sepi...kini kurasakan Aku tak tahu bagaimana rasanya kosong...kini jiwaku merasakan Haruskah kuucapkan selamat datang pada mereka? Haruskah kupeluk mereka yang sekarang sedang menghampiriku? Hatiku... dimana kau sekarang? hanya kau yang bisa menjawab...