Langsung ke konten utama

Nonton Indonesia vs Oman


Anak-anak United Indonesia berkumpul kembali untuk menyaksikan game Indonesia vs Oman di GBK yang hari itu penuh sesak. Sempat ada penonton yang hp-nya diambil saat game blm dimulai dan membuat aga2 parno...

Pertandingan berlangsung tepat seperti yang tidak diharapkan, kalah dalam segala hal! sempat terhibur oleh gol penyeimbang, namun kembali tertunduk lesu setelah Oman membobol gawang tuk memastikan kemenangan.

Hal yang menggembirakan adalah berkumpul bersama kawan-kawan...sempat khawatir dengan tidak muncul-munculnya om Anjas (dan kita berkeliling saat half time mencarinya dan ehh malah ketemu bang Hengki hahaha). Om tetap tidak ketemu sampai game selesai dan kita berkkumpul kembali di parkiran putt-putt golf. Setelah ditunggu-tunggu akhirnya si om kembali dengan senyum santai dan kita pun bergerak makan di roti bakar Edi.

Oyah, ada kejadian lucu. Saat menjelang pertandingan berakhir, ada penonton yang berhasil menerobos masuk ke lapangan dan sprint sekitar 80 meter (wow!)namanya Hendri Mulyadi dan menggiring bola mendekati gawang Oman. Lucunya kiper Oman tetap menjaga gawang dan sayang tembakan Hendri yang gemas karena permainan Indonesia yang mengecewakan gagal menembus gawang Oman :)



Yahhh, perbaikan perlu dilakukan sesegera mungkin! sampai kapan TimNas kita akan seperti ini?

Ayo Garudaku...kepakkan sayapmu!







ps : Thx to Om Anjas, Rina, Begundal, Mas Bogi dan Jaka atas fotonya...Oiya, Ommmmm tengkyuuuu dah difoto banyak hehehehehe :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dir9ahayu United Indonesia!

Pastinya bukan hal yang mudah walaupun terbilang muda. Sembilan tahun sudah United Indonesia berdiri, melewati aral yang melintang. Tak semua berjalan mulus, tak semua sesuai harapan tapi entah mengapa cinta kepada komunitas ini tak pernah padam Lebih dari sekedar tulisan, lebih dari sekedar rasa, terkadang terasa di luar akal sehat dan membuat terus bertanya, apa yang membuat komunitas ini begitu istimewa di hati? Dan hanya bisa menjawab di United Indonesia ini aku, kita bertemu keluarga yang walau dengan semua masalah, intrik, selisih paham dan tingkah yang kadang membuat kita emosi, menghela nafas panjang dan mengelus dada tetap membuat kita rindu. Terlalu banyak cinta di rumah ini sehingga tak ada ruang untuk kebencian, kesedihan dan kekecewaan. Semoga rumah ini tetap kokoh berdiri menjadi rumah yang selalu memberi kesejukan, ketentraman dan kedamaian untuk para penghuninya dan semakin kuat menghadapi derasnya ujian waktu untuk melangkah lebih maju. Perjuangan itu takkan...

Suatu hari nanti Indonesiaku...

Suatu hari nanti... Senyumnya akan berkawan damai Lembutnya akan mengajarkan kasih Hangatnya akan selalu memberikan harapan Suatu hari nanti... Budaya yang penuh keindahan ini akan menngajarkan indahnya keragaman pada dunia dan menjadi cahaya yang bersinar gagah Bukan hanya menjadi pengikut Tetapi akan menjadi panutan Tempat yang selalu menjadi muara dari segala rinduku Tempat yang selalu menjadi rumahku Tanah tumpah darahku "Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata" - Ismail Marzuki, Indonesia Pusaka Semoga suatu hari nanti cahaya itu bersinar sebelum senja datang memanggilku.

Mooncake...and its stories

Setiap tanggal 15 bulan delapan penanggalan cina, dikenal juga dengan peringatan makan kue bulan. Ada beberapa versi dan ini beberapa ceritanya. Versi Hou Yi - Chang-Er =================== Zaman dahulu kala, dilangit terdapat 10 matahari menghangatkan langit. Selama musim panas, Kesepuluh matahari bersinar sangat terik dan mengakibatkan kekeringan sehingga kehidupan menjadi sulit bagi Sang Kaisar dan para rakyatnya. Sang Kaisar kemudian memanggil pemanah terkenal yang dapat memanah sangat jauh dengan ketepatan tinggi bernama Hou Yi. Kaisar memerintahkan Hou Yi untuk memanah sembilan dari sepuluh matahari dari langit dengan menggunakan kesembilan panah saktinya. Hou Yi berhasil memanah kesembilan matahari dan musim panas menjadi normal kembali, rakyat pun hidup sejahtera. Berkat keberhasilannya, Kaisar menghadiahkan Hou Yi dengan uang dan perhiasan yang banyak. Hou Yi mengambil uang tersebut untuk menikahi wanita yang sangat ia cintai bernama Chang Er. Pernikahan ini sangat meriah dan k...