Langsung ke konten utama

Daily Mail - Bryan Robson: I thought I had just a sore throat but doctors told me it was cancer

Posted also in Manchester United News

Bryan Robson says he thought the cancerous tumour he had now had removed was just a sore throat.

The former England captain and Manchester United legend, now coach of Thailand, was told by doctors he had the disease and had surgery just 48 hours later.

Robson, 54 will start a course of radiation but is confident of a full recovery. He said: ‘I thought I just had a sore throat. I went to see a doctor who diagnosed it straight away. I had MRI tests and I was operated on two days later.

‘I had the tumour, which was cancerous, removed from my throat. I am in England for a week to get a second opinion from a specialist but I am confident when I go back to Thailand I should be okay in a couple of months.

‘I am starting a five-week radiation course when I return next week. They are very confident that it is treatable and that I will make a full recovery.

‘I have had fantastic response from fans everywhere which has been a great boost. You have to be positive and get on with it. I’m in the best hands.’

Robson is set to start a five-week course of treatment next week.

He told talkSPORT: '[The doctors have] been very positive with what they've been telling me.

'I'm over in England for a week and I'll get a second opinion from a specialist here, but I am quite confident about going back out there and receiving the treatment.

'Fingers crossed everything will be clear within a couple of months.

'When I return to Thailand next week I'll start on a five-week course of radium treatment and just keep my fingers crossed. They are very good over there on the medical side and they're very confident that it's treatable and I should make a recovery.'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dir9ahayu United Indonesia!

Pastinya bukan hal yang mudah walaupun terbilang muda. Sembilan tahun sudah United Indonesia berdiri, melewati aral yang melintang. Tak semua berjalan mulus, tak semua sesuai harapan tapi entah mengapa cinta kepada komunitas ini tak pernah padam Lebih dari sekedar tulisan, lebih dari sekedar rasa, terkadang terasa di luar akal sehat dan membuat terus bertanya, apa yang membuat komunitas ini begitu istimewa di hati? Dan hanya bisa menjawab di United Indonesia ini aku, kita bertemu keluarga yang walau dengan semua masalah, intrik, selisih paham dan tingkah yang kadang membuat kita emosi, menghela nafas panjang dan mengelus dada tetap membuat kita rindu. Terlalu banyak cinta di rumah ini sehingga tak ada ruang untuk kebencian, kesedihan dan kekecewaan. Semoga rumah ini tetap kokoh berdiri menjadi rumah yang selalu memberi kesejukan, ketentraman dan kedamaian untuk para penghuninya dan semakin kuat menghadapi derasnya ujian waktu untuk melangkah lebih maju. Perjuangan itu takkan...

Surat untuk Bapak di atas sana

Maafkan lisa Pak Si anak bandel yang selalu saja tak mematuhimu Si anak keras kepala yang suka bikin engkau senewen Si anak yang lamban yang suka membuatmu kesal Maafkan lisa tidak bisa jadi seperti yang engkau harapkan Tanpamu aku terpuruk Duka ini tak kunjung selesai Tanpamu aku terjatuh Dari ketinggian semua dan langsung mencium tanah Semua gelap Semua berputar begitu cepat Semua begitu kelam Lisa kangen Pak, Kangen ditelponin dan ditanya lagi di mana Kangen ditelponin dan ditanya lagi ngapain, mau ke sini ga, Nyipa ada beli makanan untuk kamu Kangen ngobrol kita di akhir pekan, duduk menghadap tv dan mengobrol, mengomentari acara di tv Kangen jalan bareng kita entah itu ke Mall atau Pasar Kangen kita makan bakmi berdua dan engkau selalu tidak bisa habis satu mangkok dan selalu aku yang menghabiskan Kangen nyetirin Nyipa belanja ke toko buah dan ke kota, ditunjukin tempat tempat yang biasa engkau lalui Kamu yang selalu bilang lisa bisa Tapi lisa ga bisa Pak ...

ANU

Seberuntung apa saya dalam hidup ini, mungkin salah satunya adalah punya keluarga kedua yang bernama ANU. Saya tidak bisa menggambarkan betapa beruntungnya saya bisa menjadi bagian dari mereka. Ibaratnya permen semua rasa ada, ibarat TV Show macam The Tonight Show. Ga perlu kata kata, ga perlu apa apa mereka bisa membuat keluar air mata saking lucu dan keluar air mata sedih. Ya itulah mereka, yang selalu ada untuk satu sama lain dan memberi support serta menghibur dengan cara mereka masing masing, dan itu membuat saya merasa kaya, kaya akan kasih sayang. Yang paling menyiksa ada ketika menerima semua kebaikan mereka dan ga mampu membalas selain hanya bisa membayangkan dan mendoakan mereka. Ada di saat susah itu adalah ujian persahabatan dan mereka semua selalu ada. Cerewet dan perhatian mereka malah bisa melebihi keluarga dan ya, di mata saya mereka adalah keluarga saya. Keluarga yang akan selalu saya sayang. Untuk mereka yang selalu ada untukku, untuk mereka yang tak pernah memand...