Langsung ke konten utama

Bukan Untukku

Bertemu di saat yang tidak tepat
Pada sisi yang berbeda
Hanya bisa terdiam dan berharap saat itu akan tiba
Tapi sampai sekarang tak kunjung tiba

Senyum yang diberikan
Suara yang memangilku
Raga yang membuat luluh jiwa
Tatapan yang menyejukkan hati
Dekat…
Tapi tak cukup dekat
Jauh…
Tapi suara itu terus ada memanggilku
Membuatku sejenak terbuai pada saat indah bersama

Harapan…
Seandainya saja bisa menjadi kenyataan
Walau pada akhirnya tak seindah impian
Saat diri merasa tak sanggup bertahan
Saat rasa makin menyiksa dan lelah melanda
Menanti nyata yang tersamar

Apakah salah bila menanti
Apakah salah bila bertahan
Walaupun semua tak pasti
Haruskah kubiarkan hati ini melepasnya
Dan berharap kan kembali?



Hmmm at the end my soundtrack of the day adalah

“bukan untukku – rio febrian”

Tak kusesali cintaku untukmu
Meskipun dirimu tak nyata untukku
Sejak pertama
Kau mengisi hari-hariku
Aku tlah meragu
Mengapa harus dirimu

Aku takkan bertahan
Bila tak teryakinkan
Sesungguhnya cintaku memang hanya untukmu
Sungguh ku tak menahan bila jalan suratan
Menuliskan dirimu memang bukan untukku
Selamanya

Kadang aku lelah…menantimu
Pastikan cinta untukku

Aku takkan bertahan
Bila tak teryakinkan
Sesungguhnya cintaku memang hanya untukmu
Sungguh ku tak menahan bila jalan suratan
Menuliskan dirimu memang bukan untukku
Selamanya…


-----(Untuk seseorang yang berarti, yang sampai saat ini masih menempati ruang vip di hatiku)-----

Komentar

alfrina mengatakan…
asikkk....pelz punya blogspot ...

btw, itu lagu buat sapa ?? jie jie ...

ehehehehe ....
PEI mengatakan…
iya nih rin akhirnya punya blogspot juga =)
duh diketawain deh gw ama si setah merah kecilku ini =)
yahhh dedicated for sumone special...vip in my heart *halahhh* hahaha...ceritanya ntarr yaaaaa

Postingan populer dari blog ini

Dir9ahayu United Indonesia!

Pastinya bukan hal yang mudah walaupun terbilang muda. Sembilan tahun sudah United Indonesia berdiri, melewati aral yang melintang. Tak semua berjalan mulus, tak semua sesuai harapan tapi entah mengapa cinta kepada komunitas ini tak pernah padam Lebih dari sekedar tulisan, lebih dari sekedar rasa, terkadang terasa di luar akal sehat dan membuat terus bertanya, apa yang membuat komunitas ini begitu istimewa di hati? Dan hanya bisa menjawab di United Indonesia ini aku, kita bertemu keluarga yang walau dengan semua masalah, intrik, selisih paham dan tingkah yang kadang membuat kita emosi, menghela nafas panjang dan mengelus dada tetap membuat kita rindu. Terlalu banyak cinta di rumah ini sehingga tak ada ruang untuk kebencian, kesedihan dan kekecewaan. Semoga rumah ini tetap kokoh berdiri menjadi rumah yang selalu memberi kesejukan, ketentraman dan kedamaian untuk para penghuninya dan semakin kuat menghadapi derasnya ujian waktu untuk melangkah lebih maju. Perjuangan itu takkan...

Suatu hari nanti Indonesiaku...

Suatu hari nanti... Senyumnya akan berkawan damai Lembutnya akan mengajarkan kasih Hangatnya akan selalu memberikan harapan Suatu hari nanti... Budaya yang penuh keindahan ini akan menngajarkan indahnya keragaman pada dunia dan menjadi cahaya yang bersinar gagah Bukan hanya menjadi pengikut Tetapi akan menjadi panutan Tempat yang selalu menjadi muara dari segala rinduku Tempat yang selalu menjadi rumahku Tanah tumpah darahku "Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata" - Ismail Marzuki, Indonesia Pusaka Semoga suatu hari nanti cahaya itu bersinar sebelum senja datang memanggilku.

Mooncake...and its stories

Setiap tanggal 15 bulan delapan penanggalan cina, dikenal juga dengan peringatan makan kue bulan. Ada beberapa versi dan ini beberapa ceritanya. Versi Hou Yi - Chang-Er =================== Zaman dahulu kala, dilangit terdapat 10 matahari menghangatkan langit. Selama musim panas, Kesepuluh matahari bersinar sangat terik dan mengakibatkan kekeringan sehingga kehidupan menjadi sulit bagi Sang Kaisar dan para rakyatnya. Sang Kaisar kemudian memanggil pemanah terkenal yang dapat memanah sangat jauh dengan ketepatan tinggi bernama Hou Yi. Kaisar memerintahkan Hou Yi untuk memanah sembilan dari sepuluh matahari dari langit dengan menggunakan kesembilan panah saktinya. Hou Yi berhasil memanah kesembilan matahari dan musim panas menjadi normal kembali, rakyat pun hidup sejahtera. Berkat keberhasilannya, Kaisar menghadiahkan Hou Yi dengan uang dan perhiasan yang banyak. Hou Yi mengambil uang tersebut untuk menikahi wanita yang sangat ia cintai bernama Chang Er. Pernikahan ini sangat meriah dan k...