Langsung ke konten utama

Surat rindu untuk kamu yang di atas sana

Matahari mulai terbenam
Malam pun menyapa aku yg terduduk sendiri dan merindukanmu.

Biasanya kita bercanda
Biasanya kita tertawa
Melewati sedih dan tangis

Kadang kupikir kamu masih bercanda
seperti biasanya akan kembali lagi.
Tapi kali ini candamu tak membuatku tertawa seperti biasanya

Untuk pertama kalinya kamu tidak lucu
Kali ini candamu gagal
Itu yang kami semua bilang

Biasanya kamu yang selalu belakangan pulang, tapi kenapa kali ini kamu pulang lebih dulu.

Kamu mendadak aneh, bahkan tak berpamitan.
Hanya seulas senyum dalam tidurmu yang nyenyak menyapa kami semua.

Atau mungkin aku yang tidak meyadari kamu berpamitan saat kamu memelukku sedikit lebih lama dari biasanya saat kita berkumpul malam itu.

Senja memanggilmu lebih cepat
Surga mungkin lebih membutuhkan canda dan kehangatanmu di atas sana.
Mereka tidak tahu saja kalau kamu bakal merusuh.
Ga terbayangkan pusingnya mereka di atas sana.

Aku kangen kamu
Aku teramat rindu

Belum pernah aku ke surga
Yang kutahu tak semudah saat kau mengajakku naik bis tingkat ketika kita kuliah dulu

Jarak terbentang
Kini hanya dalam doa aku menyapamu
Dan laut untuk saling melepas rindu
Hingga senjaku memanggil pulang.




-Selamat jalan sahabat, beristirahatlah yang tenang dalam hangat keabadian.
Terima kasih  atas 19 tahun bersamamu yg penuh warna
Sampai kita berjumpa lagi nanti-

Love you Valeria Inggrid "Mbul" Mariana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dir9ahayu United Indonesia!

Pastinya bukan hal yang mudah walaupun terbilang muda. Sembilan tahun sudah United Indonesia berdiri, melewati aral yang melintang. Tak semua berjalan mulus, tak semua sesuai harapan tapi entah mengapa cinta kepada komunitas ini tak pernah padam Lebih dari sekedar tulisan, lebih dari sekedar rasa, terkadang terasa di luar akal sehat dan membuat terus bertanya, apa yang membuat komunitas ini begitu istimewa di hati? Dan hanya bisa menjawab di United Indonesia ini aku, kita bertemu keluarga yang walau dengan semua masalah, intrik, selisih paham dan tingkah yang kadang membuat kita emosi, menghela nafas panjang dan mengelus dada tetap membuat kita rindu. Terlalu banyak cinta di rumah ini sehingga tak ada ruang untuk kebencian, kesedihan dan kekecewaan. Semoga rumah ini tetap kokoh berdiri menjadi rumah yang selalu memberi kesejukan, ketentraman dan kedamaian untuk para penghuninya dan semakin kuat menghadapi derasnya ujian waktu untuk melangkah lebih maju. Perjuangan itu takkan...

Suatu hari nanti Indonesiaku...

Suatu hari nanti... Senyumnya akan berkawan damai Lembutnya akan mengajarkan kasih Hangatnya akan selalu memberikan harapan Suatu hari nanti... Budaya yang penuh keindahan ini akan menngajarkan indahnya keragaman pada dunia dan menjadi cahaya yang bersinar gagah Bukan hanya menjadi pengikut Tetapi akan menjadi panutan Tempat yang selalu menjadi muara dari segala rinduku Tempat yang selalu menjadi rumahku Tanah tumpah darahku "Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata" - Ismail Marzuki, Indonesia Pusaka Semoga suatu hari nanti cahaya itu bersinar sebelum senja datang memanggilku.

Mooncake...and its stories

Setiap tanggal 15 bulan delapan penanggalan cina, dikenal juga dengan peringatan makan kue bulan. Ada beberapa versi dan ini beberapa ceritanya. Versi Hou Yi - Chang-Er =================== Zaman dahulu kala, dilangit terdapat 10 matahari menghangatkan langit. Selama musim panas, Kesepuluh matahari bersinar sangat terik dan mengakibatkan kekeringan sehingga kehidupan menjadi sulit bagi Sang Kaisar dan para rakyatnya. Sang Kaisar kemudian memanggil pemanah terkenal yang dapat memanah sangat jauh dengan ketepatan tinggi bernama Hou Yi. Kaisar memerintahkan Hou Yi untuk memanah sembilan dari sepuluh matahari dari langit dengan menggunakan kesembilan panah saktinya. Hou Yi berhasil memanah kesembilan matahari dan musim panas menjadi normal kembali, rakyat pun hidup sejahtera. Berkat keberhasilannya, Kaisar menghadiahkan Hou Yi dengan uang dan perhiasan yang banyak. Hou Yi mengambil uang tersebut untuk menikahi wanita yang sangat ia cintai bernama Chang Er. Pernikahan ini sangat meriah dan k...